Jumat, 11 Desember 2009

60 Detik Parade Ingatan Lalu

Diary Kriz halaman 7

Menyusuri jalanan di sebuah Kota memang mempunyai keunikan dan pengalaman tersendiri, walaupun itu cuma sebentar, seperti 12 bulan yang lalu cuma mampir di sebuah warung kopi di pinggir jalan di Kota lain bersama teman-teman, atau seperti sahabat Saya yang satu ini. Walaupun hanya 60 detik terdiam di tempat yang strategis sudah banyak pula ingatan yang cukup untuk ditaruh di dalam satu scene.


Siang ini memang panas, tapi untungnya jalanan ini sudah menyediakan pepohonan yang lumayan untuk sekedar membagi oksigen. Tampak melintang papan reklame besar di atas jalan. Tahun lalu masih juga sama dengan ukuran yang sama pula, dengan gambar unik, dunia lain yang dingin penuh salju dan beruang dengan bertuliskan “ Peringatan Pemerintah: Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi, dan Gangguan Kehamilan, dan Janin”. Saya sempat berpikir juga, jika tidak mereka siapa lagi yang sanggup membayar reklame pesan yang berlawanan dengan maksud dan tujuannya,


Di sisi lain ada para pekerja yang tak kenal lelah menyelesaikan sebuah proyek bangunan perbelanjaan dan tampak melintas beberapa pengamen yang selalu setia mengenakan baju gelap bergaris vertikal dan blangkon seperi jaman dahulu. Di sana, 11 tahun yang lalu ada sebuah tragedi penjarahan, kerusuhan etnis, perkosaan, kemarahan, yang sangat tidak sesuai dengan julukan Kota ini, tapi sudahlah mungkin ini hanya kesalahan teknis perilaku sekumpulan masyarakat di Kota ini.


Tak lupa pula, mata Saya tertuju pada sebuah papan jalan dan Saya sangat terkesan dengan semua tulisan nama papan jalan ini. Mengingatkan Saya pada sebuah kejadian di bangku sekolah, yang mewajibkan semua anak sanggup menulis jenis huruf seperti di papan nama jalan di Kota ini di depan kelas satu persatu, sangat susah ditiru memang. Tapi belum separo dari semua anak mendapat jatah menulis kalimat di papan tulis kapur, bel tiga kali sudah berbunyi , entah kenapa lega rasanya. Itu jika bel berbunyi tiga kali, tapi jika bel terdengar berkali-kali dengan gaya kemarahan seperti sekarang rasanya aneh juga.


Upss.., ini bukan bunyi bel sekolah tapi bunyi banyak klakson kendaraan meraung-raung di belakang Saya dan memaksa Saya untuk bergerak. Wah, tak terasa 60 detik sudah Saya terdiam menunggu lampu berubah warna menjadi hijau di perempatan ini. Sekali lagi Kota ini memang menyajikan sesuatu yang unik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar