Halaman 2
Pagi ini, seperti biasa dan seperti hari-hari sebelumnya Kami yang selalu saja menikmati teh panas bersama, masih juga ditemani kicauan burung di pagi hari. Entah ini suatu kesengajaan atau kebetulan yang dibuat-buat, pagi ini terasa lain. Apa yang membuatnya lain? Setelah berpikir sejenak ternyata memang lain keadaannya. Ditemani dengan frekuensi 92.9 Mhz dengan suara Adithia Sofyan menyanyikan lagunya "Memilihmu" dan 52 halaman surat kabar nasional yang selalu tidak lupa menyajikan iklan 1 halaman yang katanya kesukaan teman Saya itu.
Selang kira-kira 3 menit berlalu, munculah 3 semut dari balik cangkir teh. Dengan tanpa sengaja Saya menatapnya begitu pula sebaliknya. Melihat sungutnya yang naik turun melambai, waduh Saya sungguh benar-benar tidak suka, serasa ada tiga makhluk aneh yang lewat mengejek Kami berdua dan terbesit di otak Saya untuk membinasakannya. Dasar Kriz yang selalu menginginkan khayalan tentang sesuatu, Dia mulai mengkhayal dan mengibaratkan tiga semut tadi dengan tiga personel "Netral" yang tidak kuat mendengar lagu yang Kami dengarkan dan berjalan sambil mengusung alat-alat musiknya mencari tempat untuk memainkan lagu "Desaku" Ciptaan Ibu Sud yang diaransemen ulang.
Tapi kenapa semut ini hanya lewat? kenapa tidak menemani Kami meminum teh? kenapa tidak memanggil semua temannya? Ternyata Saya baru teringat kalau secangkir teh ini lupa tidak diberi gula. Seketika itu Saya dan Kriz berterimakasih pada tiga makhluk bersungut tadi. Mungkin ini terjadi juga di dunia nyata dengan skala yang lebih besar, ya, bencana-bencana ini mungkin sudah ada tanda-tandanya tapi sering kali kita tidak bisa memahami sebelumnya, sebelum ini, dan sebelum terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar